Solusi Obat Herbal Untuk Kesehatan Keluarga Anda
Solusi Herbal 08114230454
Mengkonsumsi obat herbal, dalam dosis yang tepat, dengan pengobatan yang sesuai, dari pabrik yang sangat terpercaya, serta konsultasilah pada Dokter ahli herbal khususnya. Niscaya akan minim sekali efek samping, yang jelas memperoleh kesembuhan.
Meski pengobatan modern berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun beberapa dasawarsa belakangan ini masyarakat makin menyadari bahwa obat-obatan dari bahan kimia memiliki efek samping yang kurang baik.
Efek samping obat-obatan dari bahan kimia yang kurang baik itu membuat msyarakat mulai berpaling lagi ke pengobatan tradisional, herbal atau jamu.
Bagi masyarakat Indonesia, jamu memang merupakan salah satu warisan nenek moyang, maka kembali ke alam kini sedang menjadi tren. Obat herbal/alternatif/jamu saat ini menjadi pilihan orang untuk menyembuhkan beragam penyakit.
Obat herbal terbuat dari bahan-bahan alami dan dipercaya tidak mempunyai efek samping negatif seperti obat-obat paten. Memang, jangka waktu penyembuhan dengan obat herbal agak lama dibandingkan dengan obat paten. Namun, obat herbal diyakini banyak manfaatnya karena membangun daya tahan tubuh untuk melawan penyakit secara alami.
Menurut Dr Ir Warid Ali Qosim, dosen Jurusan Budi Daya Pertanian Universitas Pajajaran Bandung, kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) adalah anti-oksidan karena mengandung senyawa XANthone yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis selain mempunyai aktivitas melawan sel kanker payudara, hati dan leukemia, juga untuk antihistamin, antiimpflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta antiradang.
Antioksidan diperlukan tubuh guna mencegah kerusakan akibat serangan radikal bebas, melalui perlindungan terhadap protein, sel, jaringan dan organ-organ tubuh. Antioksidan telah terbukti dapat mencegah penuaan dini, penyakit jantung, berbagai jenis kanker, kebutaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Pepaya (Carica papaya L.) biasa dimakan orang sebagai buah, sementara getahnya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.
Ternyata juga daun papaya dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan benjolan tumor, varises, bintik kulit dan jerawat.
Sebagai kawasan yang memiliki hutan tropis, Indonesia merupakan sumber beragam tanaman obat/herbal, sayangnya pengembangan pengobatan tradisional ini masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Korea dan China. Salah satu kendalanya adalah kurangnya penelitian terhadap khasiat-khasiat tanaman yang ada di Indonesia.
Namun demikian, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyebutkan, saat ini 56 rumah sakit di 18 provinsi sudah mulai melayani pengobatan nonkonvensional seperti pengobatan alternatif atau herbal tradisional.di samping pengobatan medis konvensional.
"Beberapa metode dalam pengobatan nonkonvensional telah menjadi budaya dan beberapa bahkan masuk ke dalam pengobatan konvensional. Potensi yang beragam itu harus dikembangkan di Indonesia," katanya.
Menurut Nafsiah, pemerintah dan organisasi profesi dokter akan bisa menerima pengobatan nonkonvensional asalkan terbukti aman dan efektif mengobati pasien. "Karena itu, penelitian berbasis ilmiah sudah dilakukan terhadap ramuan-ramuan, beberapa diantaranya sudah mulai digunakan untuk mengobati penyakit seperti diabetes dan asam urat."
Namun, Menkes juga menyebutkan, obat-obatan nonkonvensional atau jamu untuk pengobatan kanker hingga saat ini belum ditemukan. Penelitian terhadap jamu untuk kanker akan dilakukan pada 2015, tetapi bisa dimajukan bila dianggap penting.
Saat ini, pengobatan alternatif atau herbal belum bisa menyembuhkan kanker. Tumbuh-tumbuhan yang mengandung antioksidan memperkuat ketahanan tubuh. "Karena mengonsumsi herbal itu," kata Menkes, "daya tahan tubuh penderita kanker meningkat dan efeknya seolah-olah gejala-gejala kanker hilang."
Padahal, sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh masih ada. Ketika penderita kanker berhenti minum obat dari dokter, sel-sel kanker bisa muncul kembali.
Namun sekarang untuk membuat ramuan obat herbal harus berhati-hati terutama dalam hal jumlah daun, air yang digunakan berapa banyak, campuran berbagai jenis tanaman, dosis minum, serta cara pembuatan. Semua itu harus melewati penelitian sehingga tidak berdampak bahaya terhadap tubuh kita.
So... Kita tidak perlu menghabiskan waktu lagi untuk meneliti karna sudah banyak yang tersedia dalam bentuk kemasan dan sudah melewati penelitian selama puluhan tahun dan juga melewati standar produksi yang aman dengan GMP.
Telah siap Produk Herbal dari PT. K-Link Indonesia Sebagai #SolusiHidupmu
Yang akan membantu kesehatan keluarga anda dan mewujudkan impian anda...
